Teknologi · Internasional
Starlink dibatasi untuk militer Ukraina, koneksi tetap stabil
SpaceX membatasi sementara akses Starlink untuk militer Ukraina karena dugaan pelanggaran aturan penggunaan. Meski begitu, pemerintah Ukraina memastikan koneksi satelit mereka ke Starlink masih stabil setelah pembatasan tersebut.
Elon Musk, CEO SpaceX yang memiliki layanan Starlink, menyatakan pembatasan dilakukan karena Ukraina diduga menggunakan jaringan untuk aktivitas militer yang melanggar ketentuan layanan. Meski demikian, pihak militer Ukraina bilang koneksi mereka tetap lancar dan stabil setelah pembatasan itu.
Klaim Musk ini muncul beberapa hari setelah pemerintah Ukraina melaporkan keberlangsungan komunikasi lewat Starlink, meskipun sempat mengalami gangguan. Tidak ada pihak yang secara resmi mengakui bertanggung jawab atas pembatasan ini, termasuk Musk dan pemerintah AS yang memakai teknologi Starlink lewat Starshield.
Kenapa ini menarik?
Berita ini menarik karena menunjukkan ketegangan antara kebutuhan militer Ukraina terhadap teknologi Starlink dan kebijakan SpaceX yang berusaha mengatur pemakaian jaringan satelitnya agar sesuai aturan perusahaan.