Olahraga · Afrika
Lewis Hamilton ingin balapan di GP Afrika tahun 2030-an
Lewis Hamilton berharap bisa terus balapan Formula 1 hingga awal tahun 2030-an supaya bisa ikut African Grand Prix yang akan diadakan di Rwanda. Balapan ini jadi momen pertama F1 balik ke Afrika sejak 1993, meskipun ada kritik soal catatan hak asasi manusia di Rwanda.
Pembalap tujuh kali juara dunia itu bilang ia bersemangat untuk mewujudkan mimpinya ikut balapan di Afrika. Rwanda sudah resmi menandatangani kesepakatan sepuluh tahun untuk menjadi tuan rumah balapan di sirkuit baru yang belum dibangun di Bugesera, sekitar 25 mil dari ibu kota Kigali.
Walau ada pro dan kontra tentang kondisi HAM di Rwanda, Hamilton mendukung keputusan F1 menggelar balapan di sana. Selain itu, dia juga mengangkat isu-isu penting seperti kebebasan bagi Palestina dan DR Kongo, yang ikut jadi sorotan saat perhatian dunia tertuju pada balapan ini.
Kenapa ini menarik?
Ini menarik karena menandai kembalinya F1 ke benua Afrika setelah lama absen, sekaligus menunjukkan ambisi Hamilton yang tak mudah padam serta dukungannya pada isu sosial dan kemanusiaan.