Dunia · Eropa
polisi prancis berhenti pakai granat kejut di demo pelajar
Prancis menghentikan sementara penggunaan granat kejut oleh polisi di demonstrasi pelajar setelah seorang remaja kehilangan tangan saat demo di Lens. Keputusan ini diambil untuk menyelidiki kejadian dan merespons kritik atas tindakan keras polisi.
Pemerintah Prancis memutuskan untuk menunda penggunaan granat kejut di demonstrasi pelajar yang terjadi di beberapa kota, setelah insiden serius seorang siswa berusia 15 tahun yang kehilangan tangannya akibat granat tersebut di Lens, wilayah utara negara itu.
Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez mengatakan penangguhan penggunaan granat ini berlaku sementara hingga penyelidikan mengenai insiden itu selesai. Peristiwa ini muncul di tengah protes berkepanjangan yang menuntut perbaikan sistem pendidikan dan penambahan dana.
Para demonstran sudah melakukan aksi mengenaskan terkait kondisi sekolah yang dinilai buruk, dan ketidaksetaraan pendidikan yang masih ada. Polisi menghadapi kritik atas tindakan kerasnya selama demonstrasi ini.
Kenapa ini menarik?
Langkah ini menarik karena menunjukkan respons cepat pemerintah menghadapi kekerasan dalam demo pelajar, sekaligus memicu diskusi soal keselamatan dan kebebasan berpendapat di kalangan pelajar dan masyarakat.