Dunia · Amerika Utara
Trump dan Xi bahas kerja sama dan hindari konflik militer
Pertemuan di Gedung Putih antara Donald Trump dan Xi Jinping menandai momen berbeda dalam hubungan AS-Tiongkok, dengan Xi mengusulkan kerja sama agar kedua negara tak terjerat konflik militer akibat ketegangan di AI, perdagangan, dan Taiwan.
Donald Trump menyambut Xi Jinping dengan penuh perhatian di Gedung Putih, sebuah suasana yang jarang terlihat dalam sejarah. Xi merupakan pemimpin Tiongkok sekaligus ketua Partai Komunis yang dianggap otoriter oleh banyak pihak, terutama dalam membatasi kebebasan media dan pemilu demokratis.
Saat pertemuan berlangsung, Xi menyerukan agar AS dan Tiongkok menghindari yang disebut 'perang perang Thucydides', yaitu konflik militer yang bisa terjadi saat kekuatan lama harus menghadapi kekuatan baru. Ia menawarkan format kerja sama untuk mencegah hal ini, meski perbedaan soal Iran, Taiwan, dan perdagangan masih tetap ada.
Pertemuan ini juga mengindikasikan bahwa kedua negara berusaha mencari stabilitas dalam hubungan yang selama ini penuh persaingan sengit terutama dalam teknologi AI dan perdagangan. Namun, belum ada solusi konkret yang disepakati untuk isu-isu yang paling pungut.
Kenapa ini menarik?
Pertemuan ini penting karena menunjukkan upaya kedua pemimpin besar dunia mengelola rivalitas yang bisa berdampak global, khususnya dari sisi militer dan ekonomi, meskipun tantangan besar masih menunggu penyelesaian.