Dunia · Eropa
Pergerakan mahasiswa tolak Vučić, ubah politik Serbia
Pemilihan parlemen Serbia baru-baru ini menandai sebuah perubahan besar. Aleksandar Vučić, yang sudah memimpin selama 12 tahun, mengakui kekalahan setelah gerakan mahasiswa turun ke jalan selama dua tahun menentang pemerintahannya.
Kemenangan ini terjadi setelah tingkat partisipasi pemilih yang tinggi dalam sebuah pemilihan yang melihat suara dukungan kuat untuk gerakan yang dipimpin mahasiswa. Mereka berhasil mendapatkan mayoritas di parlemen 250 kursi, menurut hasil awal.
Aksi ini jadi puncak dari dua tahun protes mahasiswa menentang korupsi dan buruknya pengelolaan pemerintah. Perubahan politik ini juga mendapat perhatian dari beberapa pemimpin asing yang menaruh harapan baru untuk hubungan Serbia dengan Uni Eropa dan mitra lainnya.
Kenapa ini menarik?
Peristiwa ini menarik karena menunjukkan bagaimana partisipasi aktif masyarakat, terutama mahasiswa, bisa pengaruhi politik dalam skala besar. Mereka berhasil mengakhiri era panjang pemerintah otoriter dan membawa angin segar bagi demokrasi di Serbia.