Topik buku
Drama Keluarga · Drama Rumah Tangga · Fiksi Perempuan · Novel Emosional · Pernikahan · Motherhood · Perselingkuhan Emosional · Pengembangan Diri · Keluarga · Lokalitas Lombok · Budaya Sasak
Aku Tidak Pernah Mengeluh Selama Menjadi Ibu Sampai Hari Itu Aku Menyerah
Aku Tidak Pernah Mengeluh Selama Menjadi Ibu Sampai Hari Itu Aku Menyerah
38 bab · Baca 5 bab pertama gratis
Cuplikan bisa dibaca tanpa masuk. Buku digital dibaca di website Bacavia. Masuk saat membeli; akses lengkap setelah pembayaran terverifikasi.
Sinopsis
Selama bertahun-tahun, Nia selalu berkata, “Ndaq apa-apa.” Tidak apa-apa ketika tubuhnya sakit. Tidak apa-apa ketika ulang tahunnya terlupakan. Tidak apa-apa ketika mimpinya berhenti. Tidak apa-apa ketika seluruh rumah bergantung kepadanya. Tidak apa-apa ketika...
Baca selengkapnya
Selama bertahun-tahun, Nia selalu berkata, “Ndaq apa-apa.” Tidak apa-apa ketika tubuhnya sakit. Tidak apa-apa ketika ulang tahunnya terlupakan. Tidak apa-apa ketika mimpinya berhenti. Tidak apa-apa ketika seluruh rumah bergantung kepadanya. Tidak apa-apa ketika perlahan-lahan ia bahkan lupa bagaimana rasanya menjadi Nia—bukan sekedar Inaq, istri, menantu, dan orang yang selalu tahu di mana semuanya berada. Sampai suatu hari, semuanya menjadi terlalu berat. Ketika kesempatan untuk kembali menjadi ilustrator muncul, Nia mulai menemukan bagian dirinya yang sudah sebelas tahun terkubur. Namun bersamaan dengan itu, masalah rumah tangga, tekanan keluarga, anak-anak yang terbiasa selalu mengandalkannya, masalah keuangan suami, dan kedekatan emosional Sahdan dengan perempuan lain membuat Nia mempertanyakan satu hal: Apakah mencintai keluarga memang harus berarti kehilangan diri sendiri? Novel ini bercerita tentang seorang ibu yang tidak berhenti mencintai keluarganya, tetapi akhirnya belajar bahwa cinta tidak seharusnya menuntut seseorang menghilangkan dirinya sendiri. Sebuah kisah emosional tentang ibu, pernikahan, mental load, mimpi yang tertunda, luka yang tidak terlihat, batas, dan keberanian untuk kembali memilih diri sendiri.

Daya tarik cerita
- Drama Keluarga
- Drama Rumah Tangga
- Fiksi Perempuan
Lihat 8 poin lainnya
- Novel Emosional
- Pernikahan
- Motherhood
- Perselingkuhan Emosional
- Pengembangan Diri
- Keluarga
- Lokalitas Lombok
- Budaya Sasak
Buku ini cocok untuk
- Mengajak pembaca memahami beban mental seorang ibu yang sering tidak terlihat.
- Membantu melihat bahwa pekerjaan rumah dan mengingat kebutuhan keluarga juga merupakan bentuk kerja.
- Mengajak perempuan menyadari bahwa memiliki batas bukan berarti berhenti mencintai keluarga.
Lihat 11 poin lainnya
- Membantu pembaca memahami pentingnya komunikasi dalam pernikahan sebelum masalah menumpuk terlalu lama.
- Menggambarkan bagaimana pengorbanan yang terus dilakukan tanpa komunikasi dapat berubah menjadi kelelahan dan kehilangan diri.
- Mengajak pasangan memahami bahwa rasa sayang saja tidak selalu cukup jika tidak disertai perhatian, tanggung jawab, dan perubahan kebiasaan.
- Membantu pembaca memahami bahwa meminta bantuan bukan tanda kegagalan.
- Mengajak ibu tetap mengenali dirinya sebagai individu, bukan hanya melalui perannya di dalam keluarga.
- Menunjukkan bahwa mimpi yang lama ditinggalkan masih mungkin ditemukan kembali.
- Membahas perselingkuhan emosional secara lebih realistis tanpa menjadikannya konflik hitam-putih.
- Mengajarkan bahwa permintaan maaf tidak otomatis menghapus luka dan perubahan membutuhkan tindakan yang konsisten.
- Mengajak keluarga membagi tanggung jawab agar kehidupan rumah tidak selalu bergantung kepada satu orang.
- Memberikan gambaran tentang pentingnya batas sehat antara anak, pasangan, mertua, pekerjaan, dan kehidupan pribadi.
- Menghadirkan kehidupan Mataram dan Lombok melalui tempat, makanan, tradisi, serta dialog Sasak yang membuat cerita terasa dekat dengan pembaca Indonesia.
Intip ceritanya.
Coba cuplikan buku sebelum membeli.
Jelajahi isi buku
Lihat 38 bab
- Suhu 38,2
- Semua Orang Tahu Nomor Inaq
- Kue yang Terlalu Kecil
- Kamu Kan di Rumah
- File Bernama Nia
- Satu Jam yang Tidak Pernah Utuh
- Amaq Bilang Jangan Kasih Tahu Inaq
- Yang Tidak Diceritakan Suami
- Anak yang Tidak Berniat Menyakiti
- Kalimat yang Tidak Selesai
- Janji Hari Kamis
- Nomor yang Tidak Bisa Dihubungi
- Dulu Inaq Pernah Hampir Pergi
- Perempuan yang Bernama Dina
- Hal yang Dianggap Sepele
- Hari yang Dipesan untuk Nia
- Hari Itu, Pukul 09.47
- Hari Itu, Pukul 14.13
- Hari Itu, Pukul 21.06
- Satu Koper
- Pagi Tanpa Inaq
- Tidur Sampai Jam Tujuh
- Amaq, Inaq Dulu Selalu Tahu
- Ibu yang Tidak Pulang Saat Diminta
- Pesan yang Tidak Dibalas Segera
- Hal yang Disimpan di Dalam Amplop
- Sabtu yang Tidak Dijadwalkan
- Uang yang Tidak Lagi Diam
- Meja Makan Keluarga Besar
- Kursi di Ruang Konseling
- Pentas Naya
- Rumah Kecil di Dasan Agung
- Membeli Kacamata untuk Diri Sendiri
- Maaf yang Tidak Langsung Menghapus Luka
- Chat Lama
- Bu Salmah Membawa Bubur
- Rumah yang Belajar Menjadi Rumah
- Kali Ini, Tanya Inaq
Mulai perjalanan membacamu
Ebook digital · Dibaca melalui website Bacavia
Bagaimana cara membacanya?
Buku digital ini dibaca melalui website Bacavia.
Bagikan & dapat komisi
Rekomendasikan buku ini ke temanmu lewat WhatsApp, Facebook, atau media sosial lainnya.
Masuk untuk mendapatkan link referral Komisi 10% dari dasar pembagian penjualan setelah biaya pembayaran. Link permanen; referensi per buku tidak kedaluwarsa setelah tersimpan ke akun pembeli. Klik terakhir sebelum pesanan dibuat yang berlaku. Pembelian sendiri tidak menghasilkan komisi. Untuk pembeli yang belum masuk, referensi mengikuti browser yang digunakan sampai tersimpan ke akun.