← bacavia Cuplikan gratis
Bagikan & dapat komisi

Rekomendasikan buku ini ke temanmu lewat WhatsApp, Facebook, atau media sosial lainnya.

Masuk untuk mendapatkan link referral Komisi 10% dari dasar pembagian penjualan setelah biaya pembayaran. Link permanen; referensi per buku tidak kedaluwarsa setelah tersimpan ke akun pembeli. Klik terakhir sebelum pesanan dibuat yang berlaku. Pembelian sendiri tidak menghasilkan komisi. Untuk pembeli yang belum masuk, referensi mengikuti browser yang digunakan sampai tersimpan ke akun.

Gratis · Suara perangkat · Membaca bagian yang terbuka.

Sebelum Kita Pulang Vol.2

Bab · Bagian 1 dari 3

Prolog

Dari halaman 1 · Baca dengan ritmemu

Deni sudah berdiri sebelum nama pemenang dibacakan.

Ia tahu karena tiga hari sebelumnya seseorang dari tim acara meminta foto profil beresolusi tinggi. Ia juga tahu karena presentasi yang memenangkan penghargaan itu dibuat dari rancangan antarmuka yang dikerjakannya selama empat bulan, dari malam-malam ketika ia tidur di sofa kantor, dan dari satu keputusan kecil yang menyelamatkan peluncuran ketika semua orang lain ingin menunda.

Lampu ruangan diredupkan. Logo Helix bergerak di layar raksasa. Orang-orang mengangkat ponsel, siap merekam.

"Penghargaan untuk kontribusi paling berdampak tahun ini diberikan kepada... Rara Maheswari."

Tepuk tangan meledak.

Deni masih berdiri. Sesaat ia terlihat seperti orang yang paling antusias di ruangan itu. Lalu ia sadar kursinya sudah kosong di belakang lutut dan perlahan duduk kembali.

Rara menutup mulut dengan kedua tangan. Ia benar-benar terkejut. Ketika berjalan ke panggung, ia sempat meraih bahu Deni dan berkata, "Ini kerja kita semua."

Deni tersenyum.

"Iya. Selamat."

Kalimat itu benar.

Ia memang ingin mengucapkan selamat.

Ia juga ingin slide di layar salah.

Di panggung, Rara berterima kasih kepada tim produk, menyebut nama Deni bersama tujuh orang lain, lalu mengangkat piala. Kamera menangkap air matanya. Orang-orang kembali bertepuk tangan.

Deni membuka Instagram. Ia sudah menyiapkan sebuah Story dengan foto panggung dan tulisan bangga satu tim sama orang-orang hebat. Jempolnya berhenti di tombol unggah.

Ia menutup aplikasi.

Lima menit kemudian ia membukanya lagi, bukan untuk mengunggah apa pun, melainkan untuk membaca daftar orang yang mengucapkan selamat kepada Rara.

Ia membaca semua komentar.

Lalu membaca sekali lagi.

Ketika seorang rekan bertanya apakah ia baik-baik saja, Deni menjawab, "Santai. Cuma menurutku proses penilaiannya nggak transparan."

Itu juga tidak sepenuhnya salah.

Malam itu, rasa iri tidak datang membawa nama sendiri.

Ia datang memakai jas yang lebih pantas.

Namanya keadilan.

Daftar isi

Sebelum Kita Pulang Vol.2

Lanjutkan membaca semua bab di buku lengkap.

Buka Bab Lainnya

Nyaman menurutmu

Warna halaman

Pengaturan disimpan di browser ini.

Stabilo & Catatan

Catatan disimpan di browser ini. Gunakan akun sebelum membuat catatan yang ingin kamu akses di perangkat lain.

Catatan pada stabilo