Kita Bertemu Setelah Sama Sama Menyerah
Kita Bertemu Setelah Sama Sama Menyerah
75 bab · Baca 4 bab pertama gratis
Cuplikan bisa dibaca tanpa masuk. Buku digital dibaca di website Bacavia. Masuk saat membeli; akses lengkap setelah pembayaran terverifikasi.
Sinopsis
Nara pulang ke Lombok bukan karena berhasil meraih semua impiannya. Ia pulang karena sudah terlalu lelah mempertahankan pekerjaan dan hubungan yang perlahan membuatnya kehilangan diri sendiri. Setelah meninggalkan Surabaya, Nara berharap bisa memulai kembali hidupnya di...
Baca selengkapnya
Nara pulang ke Lombok bukan karena berhasil meraih semua impiannya. Ia pulang karena sudah terlalu lelah mempertahankan pekerjaan dan hubungan yang perlahan membuatnya kehilangan diri sendiri. Setelah meninggalkan Surabaya, Nara berharap bisa memulai kembali hidupnya di Ampenan, di rumah dengan pintu biru peninggalan ayahnya. Namun, tempat yang selama ini ia anggap akan selalu menunggunya ternyata sedang berada di ambang penjualan. Di tengah usaha menyelamatkan warung ibunya, Nara bertemu Arga, seorang tukang kayu yang datang untuk memperbaiki pintu rumah. Arga pernah memiliki mimpi besar sebagai perancang ruang, tetapi sebuah kegagalan membuatnya kehilangan keberanian untuk kembali mencoba. Nara sudah menyerah pada hubungan yang dipenuhi janji. Arga sudah menyerah pada impian yang pernah membuat orang lain kecewa. Mereka tidak sedang mencari cinta. Namun, dari pertengkaran kecil, meja kayu yang diperbaiki, kegiatan membaca bersama anak-anak, dan percakapan sederhana selepas hujan, sesuatu mulai tumbuh tanpa mereka rencanakan. Ketika keduanya mulai merasa nyaman, sebuah keputusan yang disembunyikan justru menguji kepercayaan yang perlahan mereka bangun. Sebab jatuh cinta setelah mengalami kegagalan bukan hanya tentang menemukan seseorang yang membuat hati kembali hangat. Ada ketakutan untuk percaya, keberanian mengakui kesalahan, dan pertanyaan yang jauh lebih sulit. Bisakah dua orang saling mencintai tanpa harus menyerah lagi pada impian dan kehidupan masing-masing?

Daya tarik cerita
- Kisah cinta dua orang dewasa yang bertemu ketika sama-sama lelah, gagal, dan hampir menyerah pada impian masing-masing.
- Romansa slow burn yang berkembang secara alami melalui percakapan sehari-hari, humor ringan, perhatian kecil, dan kebersamaan yang sederhana.
- Konflik realistis tentang hubungan yang kandas, kegagalan usaha, tekanan pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan keberanian memulai kembali.
Lihat 3 poin lainnya
- Latar kehidupan Lombok yang hangat dan dekat dengan keseharian, mulai dari warung keluarga, gang permukiman, bengkel kayu, hingga suasana pesisir.
- Tokoh utama yang tidak sempurna, memiliki luka dan kesalahan sendiri, tetapi perlahan belajar memahami kebutuhan serta batasan orang lain.
- Cerita yang mempertanyakan makna cinta dewasa: apakah mencintai berarti selalu bersama, atau justru memberi ruang bagi seseorang untuk bertumbuh?
Buku ini cocok untuk
- Pembaca remaja akhir dan dewasa yang menyukai kisah cinta realistis, hangat, dan tidak berlebihan.
- Siapa pun yang pernah gagal dalam hubungan, kehilangan pekerjaan, mengalami kegagalan usaha, atau merasa lelah mengejar harapan orang lain.
- Penikmat novel slow burn romance dengan hubungan yang berkembang perlahan dan dialog yang terasa alami.
Lihat 3 poin lainnya
- Pembaca yang menyukai cerita tentang keluarga, pencarian jati diri, kesempatan kedua, dan proses menemukan kembali tujuan hidup.
- Orang-orang yang sedang belajar menetapkan batasan, berhenti menyenangkan semua orang, dan berani memilih kebahagiaannya sendiri.
- Pembaca yang percaya bahwa cinta tidak selalu datang ketika hidup sudah sempurna, tetapi kadang hadir ketika dua orang sedang belajar menerima ketidaksempurnaan.
Intip ceritanya.
Coba cuplikan buku sebelum membeli.
Jelajahi isi buku
Lihat 75 bab
- KITA BERTEMU SETELAH SAMA-SAMA MENYERAH
- Barang yang Tidak Lagi Dibawa Pulang
- Tukang yang Salah Datang
- Tanggal di Atas Kertas
- Sembilan Minggu
- Angka di Balik Etalase
- Lima Kursi yang Tidak Seharusnya Ada
- Hal yang Tidak Diceritakan ke Ibu
- Gambar yang Disimpan Menghadap Dinding
- Jumat yang Kelebihan Anak
- Laporan yang Tidak Bisa Berbohong
- Orang yang Mengembalikan Kardus
- Buku Belanja Ayah
- Pembeli yang Tidak Memakai Jas Hitam
- Kuitansi yang Belum Lunas
- Kotak Buku dan Dua Bungkus Nasi
- Tiga Hari Tanpa Etalase
- Rumah Kecil di Ujung Jalan
- Pada Malam Ketika Semua Hampir Biasa
- Pesan yang Seharusnya Dibicarakan
- Orang yang Tidak Mau Ditenangkan
- Mendengar Sampai Selesai
- Anak yang Juga Punya Rumah
- Pergantian Tahun yang Tidak Dirayakan
- Sepuluh Januari
- Permintaan Maaf yang Tidak Meminta Jawaban
- Bukan Sekedar Menggantikan Orang
- Tempat dengan Cat Mengelupas
- Portofolio yang Tidak Disembunyikan
- Dua Rumah yang Belum Menjadi Milik Siapa-Siapa
- Yang Tidak Pernah Diceritakan Rafi
- Papan Nama yang Belum Dibayar
- Kunjungan yang Membuat Nara Salah Lagi
- Rumah yang Tidak Perlu Menjadi Museum
- Menunggu Kertas yang Benar
- Cerita Kucing yang Tidak Selesai
- Daun Pintu yang Lepas dari Engselnya
- Jam Tutup yang Sebenarnya
- Rumah yang Keduluan Orang Lain
- Malam Terakhir dengan Suara Atap
- Angka Terakhir pada Surat Penjualan
- Alamat Sementara
- Pagi yang Tidak Punya Pelanggan
- Kesepakatan Dua Sahabat
- Pekerjaan yang Berhenti Dua Hari
- Teh yang Tidak Membahas Pekerjaan
- Buku yang Tidak Bisa Dibawa Sembarangan
- Hari Pertama yang Tidak Penuh
- Barang Besar di Ruangan Kecil
- Kabar yang Tidak Dibawa sebagai Kejutan
- Pekerjaan di Seberang Laut
- Dua Jenis Pekerjaan di Satu Ruangan
- Cerita tentang Kucing yang Tidak Meminta Maaf Dua Kali
- Cara Mengatakan Suka Tanpa Pidato
- Jadwal Kapal Tidak Menunggu Orang Kangen
- Foto yang Terlihat Lebih Ramai
- Yang Tidak Masuk Daftar Kehadiran
- Janji yang Tidak Harus Dibayar dengan Perjalanan
- Tawaran yang Datang Membawa Kamera
- Rumah yang Tidak Dibeli karena Takut Kehabisan
- Enam Minggu yang Tidak Ada di Rencana
- Orang yang Tidak Boleh Jadi Alasan
- Tanggal yang Disepakati Bersama
- Ruang yang Tidak Perlu Penuh Setiap Sabtu
- Harga Sebuah Pintu
- Tangan yang Tidak Lagi Memegang Semuanya
- Tagihan Terakhir yang Tidak Mengubah Masa Lalu
- Meja yang Masih Menyimpan Biru
- Pekerjaan yang Tidak Meminta Diselamatkan
- Orang yang Pulang Tidak Selalu Langsung Datang
- Halaman yang Dipilih Ratih
- Cerita yang Dicetak Seadanya
- Jalan yang Dulu Menuju Rumah
- Apa yang Tidak Kita Serahkan Lagi
- Tidak Semua yang Datang Harus Tinggal Lama
Mulai perjalanan membacamu
Ebook digital · Dibaca melalui website BacaviaBagaimana cara membacanya?
Buku digital ini dibaca melalui website Bacavia.
Bagikan & dapat komisi
Rekomendasikan buku ini ke temanmu lewat WhatsApp, Facebook, atau media sosial lainnya.
Masuk untuk mendapatkan link referral Komisi 10% dari dasar pembagian penjualan setelah biaya pembayaran. Link permanen; referensi per buku tidak kedaluwarsa setelah tersimpan ke akun pembeli. Klik terakhir sebelum pesanan dibuat yang berlaku. Pembelian sendiri tidak menghasilkan komisi. Untuk pembeli yang belum masuk, referensi mengikuti browser yang digunakan sampai tersimpan ke akun.