BACAANMU. DUNIAMU.

Temukan bacaanmu

2 ebook

Fiksi Kontemporer Reset filter

Cover Orang Yang Belum Pulang BACAVIA · BACA & TERAPKAN
Novel & Cerita

Orang Yang Belum Pulang

Novel & Cerita

Enam bulan setelah KM Sagara Purnama terbakar di perairan Lombok, Alya masih datang ke pelabuhan hampir setiap sore. Suaminya, Arga, termasuk penumpang yang tidak pernah ditemukan. Tidak ada jasad, tidak ada barang pribadi, hanya sebuah nama dalam daftar orang hilang yang perlahan dianggap semua orang sebagai kematian. Alya belum sanggup menerima itu. Sampai suatu sore, sebuah nomor tidak dikenal mengirimkan foto buram dari sebuah warung di pulau kecil. Di sudut foto terlihat seorang laki-laki yang cara duduknya, kebiasaannya memegang gelas, dan jam tangan dengan jahitan miring di talinya terlalu familiar untuk dianggap kebetulan. Jam itu milik Arga. Masalahnya, laki-laki tersebut sedang duduk bersama seorang perempuan yang menggenggam tangannya. Pencarian Alya membawanya ke Pulau Genta, tempat yang tidak pernah disebut Arga selama delapan tahun pernikahan mereka. Di sana ia menemukan bahwa lelaki yang selama ini ditunggunya mungkin tidak sekedar selamat, ia mungkin sengaja tidak pulang. Namun semakin Alya mencari jawaban, semakin jelas bahwa hilangnya Arga bukan hanya tentang seorang suami yang meninggalkan rumah. Ada identitas palsu, pesan yang disembunyikan, kecelakaan kapal yang menyimpan terlalu banyak kejanggalan, dan orang-orang yang lebih memilih diam karena takut pada sesuatu yang jauh lebih besar. Kini Alya harus menghadapi pertanyaan yang lebih menyakitkan daripada apakah Arga masih hidup: jika seseorang sebenarnya bisa pulang, mengapa ia memilih membiarkan orang yang mencintainya percaya bahwa ia telah mati?

Bahasa Indonesia · Baca di website

3 bab pertama gratis

Cover Satu Kursi BACAVIA · BACA & TERAPKAN
Novel & Cerita

Satu Kursi

Novel & Cerita

Di rumah Nenek, ada enam kursi kayu. Namun, ketika enam orang berkumpul untuk makan, seseorang tetap harus mengambil bangku plastik. Satu kursi tidak boleh dipakai. Sudah tujuh tahun tempat itu dibiarkan kosong untuk Tante Laras. Nara, 23 tahun, kembali ke Salatiga untuk membantu membereskan rumah Nenek yang akan dijual. Di balik alasan bisa bekerja dari mana saja, ia menyembunyikan kenyataan bahwa kontrak kerjanya telah berakhir. Ia mengira kepulangannya hanya akan diisi kardus, debu, dan urusan barang lama, sampai menemukan surat dari tante yang selama ini ia percaya telah mengambil uang keluarga. Surat itu ditujukan kepadanya. Sudah dibuka. Namun, tak pernah sampai ke tangannya. Ketika Nara mulai bertanya, jawaban orang-orang yang paling ia percaya justru melahirkan pertanyaan baru. Mengapa Laras disebut tidak pernah memberi kabar? Apa yang sebenarnya terjadi sebelum kepergiannya? Dan jika keluarga ini begitu merindukannya, mengapa membicarakan kepulangannya selalu berakhir dengan diam? Di antara lelucon sepupu, masakan Nenek, dan percakapan yang mendadak terhenti, Nara mulai mempertanyakan sesuatu yang selama ini dianggap sederhana: apakah menyisakan sebuah kursi berarti benar-benar memberi seseorang tempat untuk pulang?

Bahasa Indonesia · Baca di website

3 bab pertama gratis