BACAVIA · BACA & TERAPKAN
Aku Tidak Pernah Mengeluh Selama Menjadi Ibu Sampai Hari Itu Aku Menyerah
Selama bertahun-tahun, Nia selalu berkata, “Ndaq apa-apa.” Tidak apa-apa ketika tubuhnya sakit. Tidak apa-apa ketika ulang tahunnya terlupakan. Tidak apa-apa ketika mimpinya berhenti. Tidak apa-apa ketika seluruh rumah bergantung kepadanya. Tidak apa-apa ketika perlahan-lahan ia bahkan lupa bagaimana rasanya menjadi Nia—bukan sekedar Inaq, istri, menantu, dan orang yang selalu tahu di mana semuanya berada. Sampai suatu hari, semuanya menjadi terlalu berat. Ketika kesempatan untuk kembali menjadi ilustrator muncul, Nia mulai menemukan bagian dirinya yang sudah sebelas tahun terkubur. Namun bersamaan dengan itu, masalah rumah tangga, tekanan keluarga, anak-anak yang terbiasa selalu mengandalkannya, masalah keuangan suami, dan kedekatan emosional Sahdan dengan perempuan lain membuat Nia mempertanyakan satu hal: Apakah mencintai keluarga memang harus berarti kehilangan diri sendiri? Novel ini bercerita tentang seorang ibu yang tidak berhenti mencintai keluarganya, tetapi akhirnya belajar bahwa cinta tidak seharusnya menuntut seseorang menghilangkan dirinya sendiri. Sebuah kisah emosional tentang ibu, pernikahan, mental load, mimpi yang tertunda, luka yang tidak terlihat, batas, dan keberanian untuk kembali memilih diri sendiri.
Bahasa Indonesia · Baca di website5 bab pertama gratis

