BACAVIA · BACA & TERAPKAN
Orang Yang Belum Pulang
Enam bulan setelah KM Sagara Purnama terbakar di perairan Lombok, Alya masih datang ke pelabuhan hampir setiap sore. Suaminya, Arga, termasuk penumpang yang tidak pernah ditemukan. Tidak ada jasad, tidak ada barang pribadi, hanya sebuah nama dalam daftar orang hilang yang perlahan dianggap semua orang sebagai kematian. Alya belum sanggup menerima itu. Sampai suatu sore, sebuah nomor tidak dikenal mengirimkan foto buram dari sebuah warung di pulau kecil. Di sudut foto terlihat seorang laki-laki yang cara duduknya, kebiasaannya memegang gelas, dan jam tangan dengan jahitan miring di talinya terlalu familiar untuk dianggap kebetulan. Jam itu milik Arga. Masalahnya, laki-laki tersebut sedang duduk bersama seorang perempuan yang menggenggam tangannya. Pencarian Alya membawanya ke Pulau Genta, tempat yang tidak pernah disebut Arga selama delapan tahun pernikahan mereka. Di sana ia menemukan bahwa lelaki yang selama ini ditunggunya mungkin tidak sekedar selamat, ia mungkin sengaja tidak pulang. Namun semakin Alya mencari jawaban, semakin jelas bahwa hilangnya Arga bukan hanya tentang seorang suami yang meninggalkan rumah. Ada identitas palsu, pesan yang disembunyikan, kecelakaan kapal yang menyimpan terlalu banyak kejanggalan, dan orang-orang yang lebih memilih diam karena takut pada sesuatu yang jauh lebih besar. Kini Alya harus menghadapi pertanyaan yang lebih menyakitkan daripada apakah Arga masih hidup: jika seseorang sebenarnya bisa pulang, mengapa ia memilih membiarkan orang yang mencintainya percaya bahwa ia telah mati?
Bahasa Indonesia · Baca di website3 bab pertama gratis








